Kekuatan Daya Sugesti

7 02 2012

Assalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh……….

Sahabat NAQS DNA…
Dari sekian banyak tekhnik terapi yg saya berikan dalam pelatihan di NAQS DNA, ada satu tekhnik yg saya masih takut dan ngeri untuk mengajarkan. Yaitu Tekhnik Terapi Sugesti. Karena Tekhnik ini adalah merupakan TEHNIK RAHASIA dari semua paranormal yang ada di dunia….

Dalam tekhnik ini, tidak ada istilah benar atau salah. Halal atau haram. yang terpenting adalah efektifitasnya…. Jadi apapun system belief dari pasien dapat kita jadikan alat sebagai media kesembuhan diri pasien….

Artinya Dalam tekhnik sugesti, dibolehkan menggunakan media apapun untuk menyalurkan kekuatan sugesti.

Kalau pasien tergolong orang yg percaya dengan keris, batu akik, cristal, jimat, rajah, serta benda-benda pusaka. Maka kitapun bisa menggunakan media keris, batu akik, cristal, jimat, rajah, serta benda-benda pusaka untuk terapi….

Kalau pasien suka dengan asap kemenyan, hio, dupa, minyak misik, hajar aswad, minyak zakfaron, dll. Maka kita juga boleh menggunakannya untuk terapi….

Karena semua itu hanya MEDIA saja, untuk menyalurkan KEKUATAN SUGESTI kita…

Makanya saya masih ngeri…. untuk mengajarkannya…….
Karena di dalamnya tidak ada unsur pendidikan & reframing mindset pasien agar kembali ke mindset yg benar…. yang sesat biar tetep sesat, yg musrik biar tetep musrik, yang penting sembuh……

Bahkan biasanya si terapist sendiri harus tampil HEBAT, sombong, tidak segan-segan untuk berbohong, dll. Agar kekuatan sugestinya semakin meningkat…..

Dan Sebenarnya unsur yg paling berbahaya dalam tekhnik terapi sugesti adalah si terapist sendiri harus larut dalam permainan yg dia gunakan. Jadi kalau dia biasa gunakan benda pusaka, maka dia sendiripun harus punya rasa percaya dan keyakinan yg kuat pada benda pusaka tsb….
Hiii……Ngeri………
Hmm….

SEBUAH RENUNGAN :

Menurut pengalaman dan pemahaman saya prbadi, entitas “pikiran bawah sadar” memang sangat luar biasa, dan nyaris merupakan kunci untuk menghasilkan berbagai “penciptaan” dalam kehidupan ini.

Hanya saja, semakin bergelut dan meneliti entitas ini, saya “merasakan” bahwa entitas ini memiliki kesadaran kognitif yang sangat kompleks.

Pemahaman terhadap pola kognitif dari pikiran bawah sadar ini akan memandu kita untuk dapat lebih efektif dalam melakukan utilisasi entitas ini.

Yang jelas, pikiran bawah sadar bukan sekedar mahluk yang mudah “ditundukkan begitu saja” dengan sekedar melalui sugesti verbal atau afirmasi semata, melainkan seringkali memerlukan ritual2 yang mungkin agak terlihat “bodoh” dan “tidak berhubungan” !

Inilah perilaku dari Sang Pikiran Bawah Sadar !
Terkadang “kebodohan” diperlukan untuk suatu efektivitas !
[SATUS FESBUK PAK YAN NURINDRA, President of The Indonesian Board of Hypnoterapy]

~SUGESTI~
Yang dimaksud dengan sugesti ialah pengaruh psikis, baik yang datang dari diri sendiri, maupun yang datang dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari individu yang bersangkutan.

Sugesti menurut wikipedia merupakan kata pungut dalam Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris suggestion. Sugesti adalah proses psikologis dimana seseorang membimbing pikiran, perasaan, atau perilaku orang lain. atau juga Sugesti adalah sebuah ilmu penghantar materi dan media untuk menyampaikan suatu maksud tertentu dengan kata-kata yang menarik kepada orang yang dituju. Dengan kata lain sugesti adalah sebuah ilmu untuk meyakinkan orang lain hanya berbekal rangkaian kata/ucapan. Seperti seorang dokter, ia menerapkan sugesti untuk memberi saran dan nasehat-nasehat yang bersifat mutlak untuk diikuti/taati oleh sang pasien agar bisa sembuh dari sakitnya. Seperti juga seorang guru saat megajar para muridnya.

Sugesti bisa diberikan dari seorang individu kepada kelompok / kelompok kepada seorang individu. Wujud sugesti bisa berbagai bentuk sikap atau tindakan .

Sugesti merupakan rangsangan,pengaruh,atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lainya sedemikian rupa sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melak

Karena itu segesti dapat dibedakan menjadi dua :

  1. Auto Sugesti,
    yaitu sugesti terhadap diri sendiri, sugesti yang datang dari dalam diri individu yang bersangkutan, Misal sering seseorang merasa sakit-sakit saja, walaupun secara obyektif yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat saja terapi karena auto-sugesti orang tersebut merasa tidak dalam keadaan sehat, maka ia merasa tidak sehat.
  2. Hetero Sugesti,
    yaitu sugesti yang datang dari orang lain. Contoh untuk hetero sugesti adalah misal dalam bidang perdagangan, orang mempropagandakan dagangannya sedemikian rupa, hingga tanpa berfikir lebih lanjut orang termakan propaganda itu, dan menerima saja apa yang diajukan oleh pedagang yang bersangkutan.

Dalam sugesti orang dengan sengaja dan aktif memberikan pandangan, norma dan sebagainya agar orang lain menerima.

Terjadinya proses sugesti / syarat terjadinya sugesti :
1. Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila daya kritisnya dihambat. Orang yang kemampuan berpikirnya kurang atau kurang kritis akan mudah dipengaruhi. Daya kritis tersebut akan terhambat bila orang terkena stimulus yang bersifat emosional. Atau dalam keadaan fisik dan jiwa yang lelah. Misal orang yang telah berjam-jam rapat, ia sudah lelah baik fisik maupun psikologis , adanya keenganan untuk berfikir secara berat, sehingga biasanya dalam keadaan yang demikian orang akan mudah menerima pendapat, pandangan dari pihak lain, atau dengan kata lain orang yang bersangkutan akan mudah menerima sugesti dari pihak lain.

Contoh kasus, ketika Anda menonton tayangan televisi, semisal sinetron, yang didalamnya tersaji skenario belaka dan Anda meyakini itu hal fiktif, namun mengapa sampai suatu ketika pada satu adegan yang dramatis Anda tiba-tiba meneteskan air mata? entah terharu? atau apapun emosi yang muncul, maka tidak bisa dipungkiri Anda telah tersugesti, Anda memasuki satu kondisi yang disebut ‘trans’.

Apa itu ‘trans’?
Kosakata trans (trance) pada hakikatnya merupakan istilah yang diadaptasi oleh para praktisi hipnosis untuk mendeskripsikan terjadinya kondisi hipnosis pada seseorang, yang berbeda dengan kondisi kesadaran biasa.

“Kondisi tidak sadar” yang memungkinkan seseorang mampu melakukan hal-hal yang “tidak masuk akal” seperti fenomena penghilang rasa sakit (anestesia) sehingga mampu berjalan di atas api

Mengapa faktor ‘trans’ begitu penting?
Dalam komunikasi persuasi, trans dipandang sebagai sebuah faktor yang penting dalam melakukan komunikasi persuasif. Sebabnya, saat berada dalam kondisi trans, seseorang lebih mudah menerima sugesti/saran (informasi) tanpa dikritisi oleh fungsi kritis dan analitis dari pikiran sadarnya.

Dalam kondisi trans, informasi yang diterima oleh panca indera langsung diteruskan menuju pikiran bawah sadar karena fungsi kritis dan analitis dari pikiran sadarnya tidak bekerja secara normal atau dapat dikatakan beristirahat.

Proses keberhasilan kondisi trans yang “disengaja” juga dipengaruhi oleh pemberian informasi atau sugesti awal yang melibatkan faktor dissosiasi .

2. Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila kemampuan berpikirnya terpecah belah (dissosiasi). Orang mengalami dissosiasi bila orang itu dalam keadaan kebingungan sehingga mudah menerima pengaruh orang lain. Secara psikologis orang yang dalam keadaan bingung berusaha mencari penyelesaian karena jiwanya tidak tenteram sehingga mudah dipengaruhi oleh pihak lain.

Adanya kondisi ini menimbulkan mekanisme fight or flight (melawan atau lari) pada diri manusia. Pada kondisi ini manusia merasa mengalami ancaman, sesuatu yang dirasanya asing, atau perubahan emosional tertentu secara tiba-tiba yang menyebabkannya cenderung melakukan reaksi secara spontan. Kegiatan ini melibatkan mekanisme pikiran bawah sadar untuk bekerja lebih aktif dibandingkan dengan pikiran sadarnya, dan dilakukan oleh sistem saraf otomatis (automatic nervous system) yang bekerja padanya. Dalam kondisi seperti inilah trans terjadi.

3. Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila materinya mendapat dukungan orang banyak (sugesti mayoritas). Dalam dalil ini orang akan mudah menrima pandangan, norma, pendapat dan sebagainya bila hal tersebut telah mendapatkan dukungan mayoritas.

4. Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila yang memberikan materi adalah orang yang memiliki otoritas. Walau materi yang diberikan sama tetapi kalau yang memberikan berbeda maka akan terdapat pula perbedaan dalam penerimaan. Orang yang memiliki otoritas akan cenderung mudah diterima karena tingkat kepercayaan yang tinggi

5. Sugesti akan mudah diterima orang lain, bila pada orang yang bersangkutan telah ada pendapat yang mendahului yang searah. Bila dalam diri orang ada pendapat yang telah mendahului dan searah dengan yang disugestikan maka umumnya orang akan mudah menerima pendapat tersebut.

Placebo Effect
Ada sebuah percobaan yang dilakukan di Universitas Iowa, Amerika Serikat. Percobaan ini tentang efek rasa sugesti. Pada sekumpulan orang yang sakit flu dibagi menjadi 2 kelompok. Yang satu kelompok diberi obat, yang dikatakan oleh peneliti tersebut sebagai obat yang mahal. Untuk memperkuat rasa mahal, disertakan pula brosur-brosur yang menyebutkan harga sebijinya Rp 500.000. Sedang pada kelompok lain, dikatakan obat yang diberikan hanya obat generik. Murah hanya Rp 500 per biji.

Setelah beberapa saat, mereka ditanyakan bagaimana perasaannya. Ternyata kelompok yang dikatakan telah diberi obat mahal, mereka merasa agak baikan atau sembuh. Sedang kelompok lainnya, masih merasa sakit, belum ada perubahan. Padahal sebenarnya obat yang diberikan kepada kedua kelompok tersebut adalah sama.

Inilah yang dikatakan sebagai ‘placebo effect’. Sebuah rasa sugesti. Sebuah perasaan lain dalam diri yang mempengaruhi penilaian kita di luar logika. Kasus di atas, sugesti itu muncul dari harga obat yang mahal. Obat dengan harga mahal mensugesti pasien menjadi merasa lebih cepat sembuh.

Hal itu juga pernah saya dengar ketika teman saya dulu mengajar Beliau bercerita , pernah dia magang didaerah tertentu dimintai tolong oleh tetangganya untuk dibelikan obat di apotik namun beliau berinisiatif menawarkan obatnya kepada yang sakit tersebut dengan berkata coba minum obat ini ,ini obat bukan sembarang obat ini obat dari tiongkok” , padahal yang beliau tawarkan cuma vitamin c dari ipi yang dibuang logonya. Tau sendiri kan ini obat bisa dibeli di apotik mana aja dengan harga Rp3000.

Keesokan harinya tetangga itu datang dan bilang dia sudah sembuh, beritanya kemudian menyebar didaerah ini yang katanya teman saya punya obat mujarab dari tiongkok , bisa dibayangkan kan. .masuk angin kasih vit c , demam vit c ,ada lagi yang kena DB kasih vit c , karena begitu kuat pengaruh sugestinya ,dan yang lebih hebatnya lagi mereka semua berkata sembuh setelah minum obat itu. atau sebagai contoh nyata ,batu mpo nori dan lain sebagainya .

Dalam kehidupan, kita selalu menghargai lebih pada sesuatu yang mahal, ‘the power of pricing’. Ternyata tanpa sadar terjadi ‘self fulfilling prophecy’. Anda yakin pada yang anda beli lebih mahal adalah yang lebih baik.

Hal ini juga yang dimanfaatkan orang dalam metode penjualannya , produk yang biasa menjadi luar biasa berkat promosi , kemasan atau lainnya dan juga sugesti terhadap produk.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: