Bersyukur, Nikmat Ditambah: Koq Bisa?

4 03 2011

Usai pertunjukan, pianis terkenal itu dihampiri seorang anak yang meminta tanda tangan darinya.

Tapi tangan saya sudah capek karena main tadi“, kata pianis itu. Si anak menjawab, “Om, tangan saya juga capek bertepuk lamaaaa sekali buat Om. Sambil berdiri malah.”

Pianis itu tercenung. Wajahnya bersemu merah menyadari bahwa dirinya merasa senang atas apresiasi si anak, seperti yang juga diberikan oleh ratusan orang di ruangan tadi. Dan sekarang, dirinya malah berusaha menghindar dari seorang anak kecil yang cuma meminta tanda tangan, hanya karena merasa kecapekan.

Pianis itu mulai menyadari penyusutan rasa syukur dalam dirinya belakangan ini.

Jika kita bersyukur maka nikmat akan ditambah. Bagaimana bisa?

Rasa syukur akan menyingkap tirai dan menghapus kabut yang melingkupi begitu banyak hal yang mestinya kita syukuri. Dengan mulai bersyukur, kita akan menemukan hal lain yang langsung kita sadari juga patut disyukuri. Rasa syukur ini, kemudian juga akan menemukan hal lain yang juga patut disyukuri. Bola salju itu mulai bergulir.

Maka berjalanlah kita dari satu rasa syukur ke rasa syukur yang lain. Sesungguhnyalah, perjalanan dan petualangan dari satu syukur ke syukur yang lain, adalah perjalanan dari satu nikmat ke nikmat yang lain.

Segala kenikmatan itu telah diberikan kepada kita, tanpa kita menyadarinya selama ini. Kesadaran akan eksistensi kenikmatan yang kini terkuak itu, jelas-jelas adalah penambahan kenikmatan yang muncul dari kesadaran dan makin pekanya sub modalitas alias panca indera kita dan alat persepsi turunannya.

Kemudian, rasa syukur yang mulai menyemburat dari berbagai penjuru itu akan menciptakan sebuah fenomena unik, yaitu munculnya rapport atau rasa dekat sekaligus rasa senang dan rasa menyukai terkait dengan berbagai fenomena yang disyukuri. Dengan merasa dekat, senang, dan suka ini, kita akan menjadi makin peka dan lebih mampu melihat, mendengar, dan merasakan detil dari berbagai kenikmatan.

Kemudian, petualangan rasa senang, dekat, dan menyukai ini, yang dijejali oleh berbagai penemuan akan kenikmatan yang makin jelas dan makin detil, mulai menciptakan state yang sangat kondusif untuk kepentingan learning dan creativity. Segala kenikmatan itu kemudian terbuka dan terkuak, mengambil bentuk kenikmatan pembelajaran dan penemuan, kenikmatan kreatifitas dan berkreasi.

Muaranya, adalah pintu-pintu yang terbuka menuju solusi-solusi. Sangat mungkin, kenikmatan solusi itu juga muncul dari pintu yang tak pernah disangka-sangka.

Maka, mampukah kita menghitung kenikmatan yang dianugerahkannya-Nya?

Jika suatu saat engkau merasa mentok, merasa kurang kreatif, merasa putus asa, merasa tak menemukan jawaban dan putus harapan dari segala persoalan di dalam hidupmu;

Engkau tahu harus bagaimana.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Penulis Buku “Manajemen Pikiran Dan Perasaan”

Iklan

Aksi

Information

2 responses

4 03 2011
Mas Eddy Sugianto

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku (Allah) akan tambah (kenikmatan) untuk kalian, dan jika kalian ingkar, sesunggahnya adzab-Ku sangatlah pedih.” (Ibrahim: 7)

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (An Nisa’: 147)

4 03 2011
Mas Eddy Sugianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: