EVOLUSI HOLISTIK (EVOLUSI KAFFAH)

13 11 2011

Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

KUMPULAN STATUS FACEBOOK MINGGU INI :
======
EVOLUSI HOLISTIK (EVOLUSI KAFFAH)

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. al-Baqarah 2:208)

Sahabat, sebuah evolusi spiritual menurut Islam tidaklah hanya sekedar peningkatan kesadaran Ruhaniah atau batiniah semata. Evolusi spiritual menurut Islam adalah sebuah Evolusi yang holistik. Yang meliputi evolusi alam jasmani & alam ruhani. Serta seluruh aspek yang berada di alam tersebut akan mengalami evolusi menuju penyempurnaan kualitasnya, seperti kebahagiaan & ketentraman batin, serta kehidupan finansial yang serba berkecukupan, kesehatan yang prima, dll……

Syariat, Tarekat, Hakekat, & Makrifat menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahan di dalam wadah yang disebut Islam yang Kaffah.

Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)

Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai. ► Maknanya : Ini adalah suatu kenyataan bahwa bila terkait dengan keinginan, manusia itu suka berlebihan dan banyak maunya atau suka banyak yang menjadi keinginannya. Sehingga alih-alih dapat meraih semuanya, malah yg sering terjadi adalah tidak ada satupun dari keinginan & cita-cita tersebut yg tercapai dengan sempurna.

Oleh karena itulah Allah swt memberikan pertolongan dengan menurunkan kekuatan pada manusia tersebut agar bisa menjadi FOKUS dan mempunyai kemampuan untuk me”MANAJEMEN”-i berbagai keinginan manusia tersebut agar menjadi sebuah kerangka yang utuh dalam menempuh kesuksesan hidup di dunia & akhirat bagi manusia tersebut…..

SALAM EVOLUSI HOLISTIK (EVOLUSI KAFFAH)
====
Assalamu ‘alaikum…
Sahabat, mengapa kita perlu berdoa.? Bukankah Tuhan itu Maha Mendengar & Maha Mengetahui. Dia tahu suara & jeritan hati kita, bahkan sebelum kita menjeritpun Dia telah tahu. Dan Tuhanpun Maha Pengasih & Penyayang, yang sebelum kita meminta sesuatu telah dg memberi lebih dulu kebutuhan kita. Lalu kenapa kita harus secara sadar & sengaja meminta sesuatu pd Tuhan.?

Hmm.. Nampaknya memang bukan Tuhan yg bth doa kita. Akan tetapi kita sendiri yg perlu menegaskan diri utk memutuskan mengenai apa yg kita butuhkan dan harapkan melalui doa kita… Ya, Tuhan telah memberi kita kebebasan & kemerdekaan untuk memilih.. Maka Tuhanpun memberi kita kesempatan utk meminta sesuatu sesuai pilihan kita…

Ya Allah sungguh Engkau adalah Maha Bijaksana. Tuntunlah & bimbinglah aku dlm menentukan setiap langkah kaki yg aku tempuh… Terima Kasih Ya Allah…
=============
Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Sahabat, siswa NAQS DNA dimanapun berada.
Apa kaitan antara Kuantum Husada dengan Kuantum Makrifat…???

Di dalam tradisi reiki dikenal istilah channeling yaitu sebuah tehnik untuk menghubungkan seorang praktisi dengan sumber energi reiki, yang dalam hal ini tradisi reiki dari Jepang & Tibet menghubungkan diri dengan sumber energi yang katanya energinya bersumber dari Alam semesta.

Kenapa harus melakukan Channeling…??
Karena sumber energi yang digunakan tidak berasal dari Inner Power (Tenaga Dalam) praktisi yang bersangkutan. Praktisi hanya bersifat sebagai pipa saluran energi, Yang menghubungkan Energi dari sumbernya untuk di salurkan ke orang lain atau untuk memperbaiki sistem energi di dalam dirinya sendiri. Untuk memudahkan anda memahami ini, maka mekanisme ini dapat di analogikan dengan energi listrik yang dapat menyalakan lampu. Rangkaian tertutup listrik tsb. terdiri dari : SUMBER ENERGI (BATERY ATAU GENERATOR LISTRIK), KABEL, & LAMPU. Dan dalam hal ini, diri praktisi reiki hanyalah merupakan rangkaian kabel dari energi reiki.

NAQS DNA, dalam sistem & aplikasinya sangat mirip dengan reiki. Tetapi berbeda dalam esensinya. Bila Reiki mengakses energi Alam semesta. Maka NAQS DNA mengakses Energi Ilahiah yang bersumber dari Allah swt secara langsung.

Nah, di sinilah peranan penting pelajaran Kuantum Makrifat menjadi sangat diperlukan bagi seorang praktisi Kuantum Husada yang ingin meningkatkan kualitas dirinya. Karena esensi Kuantum Makrifat adalah berisi pelajaran untuk meningkatkan kualitas hubungan antara diri praktisi dengan sumber energi yaitu Allah swt. Sehingga diri praktisi betul-betul menjadi Magnet Ilahi yang dapat menyerap energi Ilahi dengan baik dan sempurna.

Allah swt berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (WASILAH), dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” (QS Al-Maa-idah: 35)

“Berpeganglah kamu semua dengan tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”QS. Ali Imran: 103

Jadi tujuan Utama Kuantum Makrifat adalah untuk meningkatkan kualitas Hubungan antara manusia dengan Allah swt agar menjadi sangat dekat sedekat-dekatnya.. Dan bukan untuk tujuan yan lain-lain….

Peran Guru.. :
Dalam distribusi listrik di kenal adanya Gardu Trafo yg berfungsi membagi Daya Listrik dari sebuah Stasiun Pembangkit Listrik ke suatu wilayah tertentu..

Atau
Stasiun Relay dalam mekanisme transmisi sinyal telfon selular (HP), Radio, & Televisi. Yg berfungsi mentransmisikan sinyal dari Sumber Sinyal ke suatu daerah tertentu.

Itulah analogi peran seorang Guru & Mursyid dalm Tarekat.

SISTEM JARINGAN ENERGI CAHAYA ILAHI :

  • SUMBER ENERGI : ALLAH SWT ► NUR ALLAH
  • RANTAI EMAS PERTAMA : NABI MUHAMMAD SAW ► NUR MUHAMMAD
  • RANTAI EMAS KEDUA DAN SETERUSNYA : PARA SAHABAT NABI DAN PARA ULAMA WAROTSATUL ANBIYA’
  • CHANNEL YG ADA DI DALAM DIRI MANUSIA : QOLBU & KESADARAN RUH ILAHI

“Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)

“(Dialah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS. 8:63)

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bersholawat atas Nabi; hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah untuk Nabi dan ucapkan s a l a m dengan penghormatan kepadanya”.(QS Al-Ahzab 33:56)

“ Setiap do’a terhijab (tertutup) sampai membaca sholawat pada Muhammad dan keluarganya”. ( Ibnu Hajr Al-Shawaiq 88 )

“Barangsiapa yang melakukan sholat dan tidak membaca shalawat padaku dan keluarga (Rasulallah saw.), sholat tersebut tidak diterima (batal)”. (Sunan Al- Daruqutni 136)

“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”. (Q.S. 38:72)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (Hadits Riwayat Muslim).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan yang demikian dengan seindah-indahnya penjelasan dalam hadits Nu’man bin Basyir (yang artinya)….

“ Ingatlah bahwa sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging apabila baik gumpalan tersebut maka baiklah jasad tersebut dan sebalikya apabila rusak maka rusaklah jasad tersebut ingatlah bahwa itu adalah QOLBU ”

ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDLOKA MATHLUBI
Wassalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..
===========
Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, barusan saja ada siswa yang konsultasi. Siswa saya ini sudah luar biasa hebatnya lho…. Ahli meraga sukma, biasa terbang melanglang buana ke berbagai belahan dunia. Serta biasa terbang ke langit ke tujuh. bisa melihat Jin & khodam, dll.

Namun, selama 8 tahun terakhir ini bisnisnya hancur lebur. Dulunya dia biasa mengendalikan bisnis senilai milyaran rupiah. Saat ini, jangankan duit milyaran. Mencari uang sepuluh ribu aja sulitnya setengah mati….

Nah, dalam sesi konsultasi hari ini terkuaklah biang penyebab kehancuran bisnisnya. Yaitu selama ini dia membiarkan Kekuatan Alam Bawah Sadarnya menjadi pemimpin dirinya dan mengendalikan kesadarannya.

Akibatnya, kenyataan hidup atau realita kehidupan yang dia jalani. Selalu tidak sesuai dengan kehendak dirinya. Bahkan sering terjadi, proyek senilai milyaran rupiah yang tinggal 5% sudah GOL. Menjadi gagal total. Ada saja permasalahan yang muncul…

Itulah, efek negatif bila Kita tidak bisa memanajemeni kekuatan kita sendiri. Maka kekuatan kita akan menghancurkan diri kita sendiri…. So, be carefull….

orang yg punya ketrampilan meraga sukma. hakikatnya mempunyai kepribadian yang terpecah. nah masing-masing kepribadian ini punya kehendak sendiri dan doa sendiri-sendiri. maka bila tidak di kontrol oleh Kesadaran Utama. Bukanlah salah Allah yg mengabulkan Doa, tetapi salah diri sendiri yang membiarkan setiap bagian diri berdoa sendiri-sendiri…….

Tujuan utama kita adalah Allah swt sebagai Tujuan Akhirat kita. Sedangkan dunia hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Ketika sebuah tujuan adalah bersifat WAJIB, maka alat untuk mencapai tujuan juga bersifat Wajib…

Bukankah sholatpun harus menutup aurat, yang mana penutup aurat itu juga harus dibeli dengan uang.

Jadi, dalam hal ini kita harus pandai-pandai dalam memanajemeni Hati & fikiran….
===========
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM…
Allah swt berfirman :
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berFIKIR.”
( QS. Yunus 10:24 )

“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.”
( QS. Al Baqarah 2:86 )

Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)
==========
Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, Hidup adalah pilihan. Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Menentukan pilihan hidup memang bukan perkara mudah, apalagi jika resiko didalamnya diperkirakan sama-sama memiliki imbas yang cukup besar yang tidak hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang disekitarnya.

Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Dan hanya dengan berbekal Ilmu & Iman, maka segala kerisauan, kecemasan, ketakutan, serta kebimbangan dapat dikikis dengan tuntas.

Nasehat Rasulullah SAW :
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)
==========
Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

JURUS PERUBAHAN :
Telah datang janji kebenaran dari Sang Rab, Allah Ta’ala, bahwa Dia akan melapangkan yang sempit, memudahkan yang sulit, menghadirkan yang tak ada, menambahkan yang kurang serta memperbanyak yang sedikit dengan cara ► SEDEKAH…◄

Sedekah adalah Medan Energi Rajah Kala cakra yang sejati, yang dapat merubah segala energi Negatif menjadi positif.

MANTRA RAJAH KALA CAKRA :

  • Yamaraja… Jaramaya : siapa yang menyerang, berbalik menjadi belas kasihan
  • Yamarani…Niramaya : siapa yang datang dengan niat buruk, akan malah menjauhinya
  • Yasilapa…Palasiya : siapa yang membuat lapar, berbalik memberikan makan
  • Yamiroda…Daromiya : siapa memaksa, berbalik memberikan keleluasan dan kebebasan
  • Yamidosa…Sadomiya : siapa yang berbuat dosa, berbalik berbuat jasa
  • Yadayuda…Dayudaya : siapa yang memerangi, berbalik menjadi damai
  • Yasiyaca,,,Cayasiya : siapa yang membuat celaka, berbalik membuat sehat dan sejahtera
  • Yasihama..,Mahasiya : siapa yang membuat merusak, berbalik membangun dan sayang

Sedekah adalah suatu cara yang membuat kita sadar akan kebesaran, kemurahan, kasih sayang dan keberadaan Sang Rabb yang kadang kita merasa Dia jauh padahal sedekat urat leher.

Di dunia ini masih banyak manusia yang lupa bersyukur padahal mereka telah mendapatkan banyak rizki dan anugerah dari Allah ‘azza wa jalla. Maka ketahuilah, salah satu cara bersyukur yang tepat dan nyata implementasinya adalah dengan bersedekah.

Rasululloh -shalallu ‘alaihi wassallam- pun telah bersabda:
“Harta itu tidak akan kurang dengan disedekahkan.” (HR. Imam Muslim)

Sedekah tidak harus dengan harta, Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Salam Hari Raya Qurban, Salam Perubahan, Salam Sukses…
===========
Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Sahabat, aliran uang yang masuk dan keluar dalam kehidupan kita bila dicermati ternyata merupakan sebuah misteri Ilahi.

Adakalanya, kebutuhan kita begitu besarnya. Sedangkan penghasilan rutin kita begitu kecilnya. Akan tetapi anehnya semua itu dapat teratasi dengan baik tanpa masalah, ada aja jalan keluarnya.

Dan dalam rumus perputaran uang ada sebuah rumus yang aneh. yaitu Ketika seseorang enggan mengeluarkan uang & hartanya untuk sesuatu amal ibadah yg bermanfaat bagi dirinya. suatu saat uangnya tetap akan keluar juga, tetapi untuk sesuatu yg mubazir dan tidak bermanfaat. Sehingga luputlah hartanya menjadi point positif bagi dirinya untuk digunakan di jalan kebaikan….

Salam Hari Raya Qurban…..
===========
Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

KUANTUM MAKRIFAT
Adalah Kurikulum pelajaran di NAQS DNA yang berisi pelajaran mengenai Makrifatullah atau jalan untuk mendekat kepada Tuhan (Taqorruban Ilallah). Dan untuk menyempurnakannya haruslah ditempuh melalui SEKOLAH KEHIDUPAN masing-masing siswa.

Hidup ini hanyalah ‘pemberian’ dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.

Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani yang telah terisi dengan Cahaya dari Nur Allah. Karena hati yang sudah tersambung dengan Nur Allah adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang di dalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, maupun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti berikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras.

Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, senantiasa bersikap perduli terhadap keadaan dan kondisi sosial masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing. Sebagaimana telah saya tulis dalam Spirit hari Raya Qurban kemarin. Perintah berqurban bagi mereka yang diberi kelebihan rizki dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin, mengandung pesan penting “Bahwa Kita bisa dekat dengan Allah swt (Taqorrub ilallah) hanya ketika Kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan”.

Maka berbahagialah bagi mereka yang dapat mengambil Hikmah & makna dari kehidupannya. Seimbang antara ZIKIR & FIKIRnya. Sehingga memperoleh kehidupan yang penuh makna & berbahagia di dunia & akhiratnya…

Allah berfirman :
“Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari ayat-ayatNya).” ( QS. Al Baqarah 2:269 )
============
Assalamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat, tentu sering kita mendengar kata mutiara seperti ini :

~Dengarlah apa yang dikatakannya, dan bukan siapa yantg berkata.

~ Walau itu keluar dari (Maaf) pantat ayam, tetapi itu adalah telur maka terimalah.
Tetapi walau itu keluar dari pantat raja, maka buanglah. Karena itu adalah kotoran yang najis.

~Mutiara adalah tetap mutiara, walau dimuntahkan oleh mulut srigala.

Inti dari Kata-kata mutiara di atas adalah agar kita membuka diri terhadap kemungkinan datangnya Ilham kebenaran darimanapun saja datangnya…. Dan nasehat ini berlaku untuk fihak yang mendengar.

Sedangkan bagi fihak yang memberi nasehat, perlu diketahui bahwa nasehat & kata-kata bijak, serta amar makruf nahi munkar itu seperti sedekah.

Maka agar sedekah kita bernilai tinggi serta bermanfaat dan berpahala. Maka sampaikan sedekah kita itu dengan tata krama yang baik, dengan bahasa yang baik & persuasif sehingga tidak menimbulkan kesalah fahaman dan tidak menyinggung ataupun menyakiti hati sang penerima nasehat, dll.

Rasulullah SAW bersabda,
“Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Allah swt berfirman :
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut- nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” ( QS. Al Baqarah 2:262 )
=========
POSTINGAN DARI : Syaikh Imamsufi DiAkhir Zaman DI GROUP NAQS DNA
NABI MUHAMMAD CAHAYA ALAM SEMESTA

sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah, suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah swt (QS. 33:21)

“Firman Allah s.w.t dalam Surah Al-Mai’dah ayat 15-16,

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) daripada Allah dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas dan nyata keterangannya. Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredhaan-Nya dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kekufuran) kepada cahaya (keimanan) yang terang-benderang, dengan izin-Nya; dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka jalan yang lurus”

“Firman Allah s.w.t dalam Surah Al-Fussilat ayat 44,

“Katakanlah (wahai Muhammad) al-Quran itu, menjadi (cahaya) petunjuk serta penawar bagi orang-orang yang beriman; dan sebaliknya orang-orang yang tidak beriman, (Al-Quran itu) menjadi sebagai satu penyakit yang menyumbat telinga mereka (bukan penawar); dan ia juga merupakan kegelapan yang menimpa (pandangan) mereka (bukan cahaya yang menerangi). Mereka itu (dengan perbuatan melarikan diri dari ajaran Al-Quran, tidak ubahnya seperti) orang-orang yang diseru dari tempat yang jauh (masakan mereka dapat mendengar dengan betul atau melihat dengan nyata).”
===========
POSTINGAN DARI Sdr. Mualimin Ali di Group NAQS DNA

Assalamualaikum wr wb…,
Allah menciptakan semesta ini lengkap dengan hukum yang diberlakukan di dalamnya agar semesta dapat lestari dan Rahmatan Lilalamin, salah satunya adalah hukum tarik-menarik, seluruh orang sukses didunia ini memanfaatkan hukum ini, dimana hati dan perasaan menusia adalah merupakan mercusuar yang setiap hari memancarkan informasi ke semesta 4.630 kali dalam 1 hari 1 malam, kalau anda pancarkan selalu keluhan-keluhan makan keluhan-keluhan itu yang akan lebih banyaka mendatangi anda dari semesta, sebaliknya bila anda pancarkan kasih sayang, penerimaan rezeki, rasa syukur, maka hal itu pula yang akan banyak mendatangi anda, dan hokum ini tidak mengenal anda suka atau tidak suka. Yang tertanam dalam hati dan perasaan itulah yang akan banya mendatangi anda dari semesta, dan tak seorangpun dapat melepaskan diri dari hokum (qodar) yang Allah berlakukan dalam semesta ini.
Selamat beraktifitas berselimut dzikrullah.
===========
POSTINGAN DARI Sdr. Dhani An Nifari (Dhani Ramdhani) di Group NAQS DNA

Bayangkanlah diri Anda sebagai seorang yang telah lelah dan jenuh mencari makna kehidupan di dunia ini. Bayangkan diri Anda yang jemu melihat dunia ini hanya sebagai tarikan-tarikan persoalan senang dan sedih, berhasil dan gagal, mendapatkan keuntungan dan kebahagiaan; demikian pula dengan berbagai tekanan kehidupan, hantaman kesedihan dan terpaan penderitaan. Anda, tanpa menyadarinya, telah terbawa tanpa daya oleh pusaran kehidupan dunia: kelahiran, dibentuk oleh orangtua dan lingkungan, bersekolah, berkeluarga, bekerja dan mengejar karir, mendidik anak, dan seterusnya.

Pada suatu titik Anda tersadar, apa makna dari semuanya ini. Apakah kehidupan hanyalah sekadar pergantian episode senang dan sedih, baik dan buruk, hingga datang saat kematian kelak? Apakah benar-benar tidak ada makna yang lebih hakiki daripada sekadar mencoba menggapai kesuksesan, memiliki pendapatan yang cukup untuk hidup senang dan mempersiapkan bekal pendidikan anak-anak? Bukankah itu berarti bahwa kita juga hanya mengarahkan anak-anak kita menuju pengulangan-pengulangan tanpa makna yang persis sama dengan yang kita jalani? Sebuah rutinitas kehidupan yang juga akan memerangkap mereka, sama seperti kita yang telah terperangkap di dalamnya.

Bayangkan ketika Anda tersadar bahwa ‘agama’ yang selama ini diajarkan pada Anda hanyalah ritual tanpa makna batin. Bahwa agama seakan-akan hanyalah seleksi untuk memasuki surga atau neraka berdasarkan banyaknya pahala. Buku-buku yang Anda baca semuanya langsung menjelaskan cara, tanpa bisa menerangkan landasan yang paling fundamental: Apa arti semua ini sebenarnya? Apakah kehidupan akan sedangkal ini, hingga hari kematian kelak? Didiktekan kepada Anda bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, tapi beribadah yang seperti apa? Bisakah Anda tekun melaksanakan ibadah tanpa sedikit pun memahami maknanya?

Bayangkan ketika Anda mulai berani jujur pada diri sendiri, bahwa kitab suci yang ketika Anda mencoba membacanya terasa abstrak, acak dan tak terjangkau maknanya. Anda mulai bertanya-tanya, ketika kitab suci memanggil ‘Wahai orang-orang yang beriman..’, benarkah Anda termasuk di dalamnya? Apa yang bisa membuktikannya? Dan Anda mulai tidak lagi merasa yakin bahwa Anda tidak termasuk ke dalam kaum yang disebutkan di sana, ketika kitab suci berbicara tentang golongan manusia yang tersesat.

Maka Anda pun mulai mencari panutan, orang yang dapat Anda jadikan pembimbing kehidupan Anda. Mulailah Anda mengikuti pengajian ini dan itu. Memaksakan diri untuk meraih serpihan makna yang mungkin terserak di dalamnya. Tapi ternyata, setelah sekian lama, Anda tidak juga memperolehnya.

Pada satu titik, ada hujaman pertanyaan yang mendobrak keluar dari kepala Anda: mengapa kata ‘Islam’ lebih banyak disebutkan daripada kata ‘Allah’? Mengapa semuanya hanya diatasnamakan ‘demi Islam’, dan bukan ‘demi Allah’? Mengapa semua hanya mengingat ‘Islam’, dan seakan melupakan Allah? Di mana Allah? Akhirnya Anda mulai merindukan hakikat.

Dalam keputusasaan, ketika kehampaan hidup yang demikian getir tak bermakna terasa begitu menusuk, Anda bersujud dan menangis. Anda berdoa penuh harap pada-Nya, pada Dia yang Anda percaya bahwa Dia Maha Mendengar. Anda panjatkan doa bahwa Anda membutuhkan-Nya, bahwa Anda menginginkan pemahaman akan arti ini semua. Anda memohon untuk ditunjukkan jalan pulang, untuk kembali kepada-Nya. Anda merasa tidak mengerti apa-apa tentang Allah, Tuhan yang seharusnya Anda sembah. Anda merasa hanya secara mekanistik berlaku menyembah sesuatu yang belum Anda pahami. Hanya setitik harapan yang menjadi setitik benih permohonan Anda, seberkas keyakinan bahwa Dia Maha Mendengar doa Anda. Setitik harapan bahwa kelak Dia akan bersedia mengajarkan pada Anda, membuka diri-Nya mengenai siapa Dia sebenarnya.

Selama engkau tidak menceraikan dunia dan segala sifat keduniawiannya, kau tidak akan pernah mengenal Tuhan. Pada persoalan ini, kau harus memahaminya dengan sangat berhati-hati! Nabi Isa a.s. adalah Nabi yang menjadi contoh pelepasan diri dari dunia material secara sempurna. Di sisi lain, kau juga mengenal seorang nabi besar lain, Raja Sulaiman a.s. Beliau adalah manusia yang paling kaya dari yang terkaya, juga yang paling berkuasa.

Intinya adalah menceraikan dunia dengan qalb. Kemiskinan materi bukanlah inti persoalannya.

“Orang yang tidak lapar tentu tidak merasa butuh makanan. Orang yang merasa sehat, tentu tidak merasa butuh dokter. Orang yang merasa sudah tahu agama, tentu tidak merasa butuh belajar agama. Orang yang tidak merasa lapar (akan pengetahuan) tentang Allah, tentu tidak akan merasa butuh belajar tentang Allah.”

prayer

Sahabat sekalian, jika jauh di dalam qalbu anda sudah ada ada kebutuhan untuk mencari Allah, ingin tenteram, ingin mengetahui agama lebih baik, atau gelisah mencari kesejatian, maka ketahuilah bahwa Allah masih berkenan memanggil anda untuk bertaubat.

Taubat sesungguhnya merupakan panggilan Allah. Manusia sama sekali tidak bisa membuat dirinya sendiri ingin bertaubat. Allah sendirilah yang menumbuhkan keinginan bertaubat di dalam kalbu anda.

Sebagaimana firman-Nya:

“Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS 20:122)

“Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak akan mempu menempuh jalan itu kecuali bila dikehendaki Allah.” (QS. 76:29-30)

“…Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat mengendaki (menenempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 81: 28-29)

Keinginan taubat itu timbul karena dipilih-Nya. Maka dari itu, jika sekarang dalam hati anda mulai tumbuh kegelisahan makna hidup, atau keinginan kembali kepada-Nya, mulai timbul keinginan akan ketentraman bersama-Nya, mulai ingin mencari jalan-jalan yang mendekatkan diri kita kepada-Nya, Itu adalah panggilan-Nya. Maka sambutlah panggilan-Nya itu.

Jika kemudian mulai tumbuh perilaku kita yang ‘mencari jejak-Nya’, seperti mencari-cari pengajian yang baik, mencari-cari bahan di internet, mulai mencari-cari buku tentang Tuhan dan agama, maka syukurilah. Ini berarti bahwa Dia masih mengingat anda. Dia masih memanggil anda untuk mendekat, untuk pulang kepada-Nya. Dia masih menghendaki anda kembali kepada-Nya. Allah sendirilah yang menumbuhkan keinginan ini dalam hati anda.

Oleh karena itu, janganlah kita sia-siakan kesempatan ini. Jangan abaikan panggilan-Nya ini. Jangan sampai dia merasa panggilan-Nya kita abaikan. Karena sebagaimana kita pun, jika orang yang kita harapkan terus mengabaikan kita, lama-kelamaan kita pun akan melupakan orang itu. Camkanlah, bahwa tidak setiap orang akan dipanggil-Nya. Tidak setiap orang terpilih untuk ditaubatkan-Nya. Sangat sedikit orang yang ditumbuhkan keinginan untuk mulai mencari Allah di dalam hatinya.

Perhatikanlah, bahwa amat banyak orang mencari pengajian dengan niat mencari kawan, mencari kelompok, mencari pengakuan orang lain sebagai ‘orang pengajian’, mencari ketentraman sesaat, meniti karir di partai politik, mencari hapalan dan pengetahuan ayat, mencari bahan diskusi, dan sebagainya. Sangat sedikit, sekali lagi sangat sedikit, orang yang benar-benar mencari pemahaman akan hakikat hidup maupun kesejatian (Al-Haqq).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: